Senin, 24 Maret 2014

Dibuang Sayang : Hari, Pekan Bulan Luar Biasa … : Part 4, habis



Pekan keempat ; Selamat datang di puncak

Pekan ini saya mulai ke lapangan. Survey segalanya, sendiri. Tolong ya SENDIRI !!!

Kisah ini berawal saat hari selasa dimana saya pulang kantor agak kehujann. Gerimis malam yang ’membunuh’.
Ketika di terminal sempat melerai orang kelahi, sampai di rumah saya ’seperti sengaja’ melupakan part membersihkan diri dan makan malam. Udah aja langsung tidur. Sempat diskusi beberapa saat sampai akhirnya saya tidur tanpa makan dan HP di tangan

Rabu kelabu
Saya ke lapangan. Tanpa teman...
Pagi itu sebenarnya udah agak ga enak badan. Efek semalam rasanya. Kepala udah agak berat, tapiii ya udah lah ya, karena udah janji mau gimana lagi...

Berangkatlah saya ke Manggarai. Tanpa teman :D
Diskusi disana dan again, saya melewatkan waktu makan siang. Saya baru makan sore dan itu pun fast food. #sabar

Pulang di jam orang pulang kerja sebenarnya agak salah dan ’kiamat’ kecil. Terlebih saya naik Transjak. *Can You Imagine Thaaattt ??!!! >.</

Karena ga mungkin saya pulang naik taksi, saya dengan agak terpaksa naik Transjak dulu. Sampai Jati Padang saya turun, saya udah ga kuat. Pusing....

Berdiam sejenak di Masjid, menikmati orang yang sedang tashmi, setengah sembilan saya pulang. Dari sana saya udah ga bisa ngapa – ngapain lagi. Pusing tingkat dewa...




Kamis Meringis
Pagi itu saya diantar sama ayah saya ke kantor. Eeaaaa...
Di usianya yang fifty nine his age, babeh gue masih mau nganter gue ke kantor. Uhuy…

Pagi itu saya, sangat pucat. Bertahan dengan kondisi seperti itu sampai pulang kantor. Bahkan di bus pulang pun, kalau  mau pingsan saya bisa aja pingsan di jalan. Tapi, ga mungkin... bertahanlah nak, ini tak kan lama


Sampai rumah, saya makan setelah itu semua traffic saya matiin dan tiduuurrrr, yeyeye lalala 



Sabtu ; Gigitan Pertama, mengubah segalanya

’Allah, buat saya bertahan sampai jam 14, setelah itu terserah Engkau’

Saya mau ketemu sama adik – adik saya di SMA, saya mau isi mereka. Saya rindu merekaa...

Jam 14, setelah saya ngisi adek – adek, saya berjalan kisaran sekolah.
Mendapat kabar bahwa atasan saya diresignkan... saya shock, kalau boleh pingsan, saya pingsan di tempat.

Saya sih, ga masalah dia diresignkan. Tapi masalahnya, proyek gue belum diacc... huaaaaa.... #tonjok tiang masjid
Bukan ini aja, tapi perasaan ga enak sama mitra sama PM sama banyak orang. ahhh... kalian tentu akan merasakan yah, gimana rasanya.

Sabtu itu, saya bertahan untuk tetap senyum dan ga mikirin. Walaaauuuuu.... saya kepikiran.



Senin ; Kantor, Rumah, UGD dan Ranap
Hari ini saya ke kantor, Cuma mau laporan. Yah... hanya laporan !

Akhirnya, jam 13.00 saya ijin pulang. Sampai rumah saya langsung tidur, udah pusing, panas, capek... sakit semua. Rontok badan iniiii...

Malamnya saya ke Rumah Sakit. Keputusan ini dibuat karena saya melihat ada tanda – tanda aneh di kulit saya. Dan benar saja, malam itu trombosit saya terjun payung ke angka 100000. Haaaa...
Saya pulang, si ayah telpon semua keluarga dan menyampaikan apa yang terjadi sama saya.

Malam itu, karena sudah tak kuat, akhirnya saya masuk UGD dan pingsan. Diurus semua yang berhubungan dengan saya. Jam 23 saya sadar. Saya langsung wassap kawan saya yang sudah sangat dekat.
’Nda, aku di UGD RS UIN, kena DBD. Malam ini dirawat’

Dia kaget ’Dindaaaaaaaaaaaaaaaa, aku lagi mabit’

Dan setengah jam kemudian, line wassap saya penuh. Isinya doa... ah inilah indahnya Islam. Sekali info, semua saudara langsung mendokan.


Selasa ; Saat Darah Mengental, maka nadi yang menjadi sasaran...
Semalaman tidur membuat saya, ga kepikiran untuk minum dan segala macamnya. Dan itu berakibat pada mengentalnya darah saya, sehingga ga bisa diambil dari tempat aslinya. Musti dari nadi titik bawah. Subhanallaahhh
Rasanyaa....



Siang itu, kawan – kawan kantor menjenguk saya. Lumayan lah, karena bawa sesama social, jadi isinya ketawaaa semua. Cerita – cerita koplak dan lainnya. Mampu membuat saya tertawa.... dilanjutkan oleh kedatangan temen - temen BEM... huaaaa #terhura

Terima kasih Manteman... :)

Dibuang Sayang : Hari, Pekan Bulan Luar Biasa … : Part 3



Pekan ketiga ; Bersiaplah untuk berjalan dan berlari sendiri !

Apa rasanya ditinggal ?!?
Jjiaaaahhhh... pertanyaan yang langsung menohok.
Saya sih biasa aja #gigitguling #maunangis

Ditinggal itu ga enaaaaakkkkk.... #nangiskejer
Tapi itulah kenyataan dan takdir yang ’selalu’ menimpa sayaaa, maka terima lah sebagai sebuah pembelajaran ... #nangismakinkejer

Hmmmm... awalnya kan saya emang cuma punya partner 1. Kita udah agak klop nih, walau saya yang agak selalu rewel bawel cerewet banyak tanya. Yaiyalaaahhh... gue baru 2 pekan. Terus udah disuruh lari --”

Terus tiba – tiba saya ditinggal atas satu keputusan. Jreeennngggg... Ya Allaah...
#tatapankosong
#siapsiapnangis

Saya emang biasa aja, tapi kan... huuufffttt #menghelanafas
Walaupun selalu disampaikan ’Respati, kalau ada apa – apa cerita aja’
Tapi kan .... #ngembengaermata

Aaaahhhhh... ya sudah lah, saya coba berjalan dan berlari sendiri. Ditengah tekanan :
1.            Saya belum dapat jadwal sidang kompre
2.            Skripsi saya masih gantung –udah beres, tinggal tunggu acc. Ga boleh sidang   kompre kalau belum acc revisi
Udah....

Pekan ketiga ini adalah ’pekan leher gunung’. Ibarat naik gunung yah, ini teh udah sampai leher bentar lagi puncak. Saya masih pada posisi konsep. Masih di ruangan... dan bersiap untuk menerima kenyataan...

Dibuang Sayang : Hari, Pekan Bulan Luar Biasa … : Part 2



Pekan pertama ; Belajar lah yang cepat nak... supaya kau tak tertinggal !
Pekan pertama, saya lewati dengan cukup baik. Belajar banyak hal, berdiskusi banyak hal dan segalanya. Dengan semua orang, diwarisi banyak ’power point’ dari rekan kerja *walau saya musti running sendiri* it’s okay saya udah biasa ; dikasih materi, disuruh belajar dan ditinggal. #nangiskejersambilmojok

Pekan kedua ; Riweuh yang menjalar

Pekan kedua ini semua orang fokus dengan agenda kantor. Idul Adha. Termasuk saya. Saya memang bukan panitia. Tapi gejolak dan riweuhnya ikut dirasakan. Bayangkan saudara saudara... ruangan saya jadi basecamp --”

It’s okay sebenarnya. Dan ga masalah dan saya cukup bahagia dengan hal itu. Ruangan jadi ramai dan berasa kerjanya. Hehee agak gabut nih saya, banyak pekerjaan tak terkonsentrasi :D

Pekan kedua ini saya mulai mendapatkan ’pekerjaan asli saya’. Mengkonsep sebuah program. Oke nak... hidupmu dimulai.

Pada dasarnya saya adalah eksekutor sejati. Event saya beberap kali masuk dalam jajaran ’petinggi’ yang sebenarnya harusnya mengkonsep sesuatu, yang saya lakukan akhirnya mengkonsep teknis. *kaya gimana coba*

Tapi itu kenyataannya. Dan saya harus menikmati itu.

Dan sekarang, saya harus bisa melakukan versi 180 derajat kebalikannya. Buat konsep orang lain yang menjalankan. Mengejawantahkan apa yang ada di pikiran orang lain.

Menerjemahkan menjadi sebuah ’kalimat biner’ dan diterjemahkan kembali menjadi ’bahasa rakyat’ dan dituangkan dalam sebuah lembaran – lembaran indah yang siap ’dijual’. #sesenggukan

Setelah ’dibeli’, meminta orang untuk mengaplikasikan. Dengan catatan orang tersebut juga harus memahami apa yang kita inginkan. Hmmmm.


In fact, saya seperti menjadi orang yang benar – benar belum menyadari perannya dan statusnya sebagai apa.

Dibuang Sayang : Hari, Pekan Bulan Luar Biasa … : Part 1




 Ini serius isinya curhat. Yang mau baca silahkan yang ga mau baca juga gapapa :D.

Oke fine, saya akan bercerita tentang Oktober – November 2013. Hari pekan bulan yang luar biasa dalam hidup saya. Silahkan menikmati :D

============
Keputusan saya untuk bekerja ketika bulan Oktober awal (sejak September udah apply sebenarnya) bukan tanpa alasan. Saya yang biasa di luar, selama hampir 6 bulan berada di rumah bukan kendala yang mudah. Berhadapan dengan pekerjaan yang itu itu aja (bangun tidur, membantu ibu, ngenet, nonton tipi, makan, ngenet lagi, shalat, makan lagi, baca buku, edit skripsi *lagi- padahal udah beres, tidur)
--”

Membosankan pada saat itu.

Belum lagi, proses menunggu masa sidang semester ganjil. Saya emang udah sidang skripsi. Tapi belum sidang lisan atau sidang komprehensif. Jadiiii lumayan lah, 3 bulan menunggu setelah Juli lalu sidang skripsi.
Akhirnya ada tawaran cukup menarik untuk gabung di sebuah Lembaga Kemanusiaan Nasional untuk ikut dalam programnya. Di bidang ekonomi. Walau sebenarnya saya lebih prefer ke pendidikan. Tapi ya udah lah yaa, saya terima dengan hati ikhlas. #nangiskejersambilmojok

Awal ditanya ’respati mau di posisi mana ?’
Saya sih jawabnya admin. Soalnya admin masih bisa diem lah, ga banyak gerak dan segala macamnya. Jadi saya pikir bisa agak santai lah yaa...

Oke, sepekan setelah saya diwawancara saya ditelpon dan diminta untuk kembali ke sana. Untuk pekan pertama saya, masih diputar – putar. Maksudnya nyoba semua bagian. Admin, fasilitator dan bagian pelatihan. Dan akhirnya saya agak cenderung ke pelatihan.

Secara :
1.            Saya ga ngurusin sirkulasi uang.
2.            Saya ga banyak ke lapangan – jujur, saya udah keseringan ke lapangan saat    kuliah,    jadi mau diem sejenak, selain itu saya ga bisa naik motor :D.
3.            Partner tidak terlalu banyak. Ini urusannya konsep soalnya, jangan banyak     orang dulu dah. Yang penting beres.

Ini pertama kalinya saya kerja serius *emang yang kemarin ga serius. Bukan bukan, yang kemarin kan magang. Jadi masih agak santai lah yaa. Ini serius nih. Masuk jam 8 pulang jam 17. Posisi kantor, Jakarta Timur. Posisi rumah, Banten. Oke sip.